Selasa, 09 Februari 2010

Film dan Novel sebagai Sarana Promosi Pariwisata

Kedatangan Julia Robert ke Bali dalam rangka pembuatan film Eat Pray Love ternyata berimbas pada pariwisata Bali. Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia digambarkan melalui keindahan-keindahan alam dan budaya yang belum tentu ada di tempat lain. Syuting film yang diadopsi dari buku best seller Elizabeth Gilbert tersebut bahkan sempat membuat heboh tidak hanya masyarakat Indonesia terutama Bali, tetapi juga wisatawan asing yang kebetulan berada di Bali.

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang fenomenal dan sukses juga berhasil mengangkat Pulau Belitung (Belitong) sebagai latar belakang cerita. Penuturan Andrea Hirata tentang Pulau Belitung baik budaya dan alamnya dalam novel tersebut memang menarik dan ternyata daya tarik tersebut semakin bertambah saat film dengan judul yang sama tersebut sukses menampilkan keindahan Pulau Belitong.

Beberapa tahun yang lalu Winter Sonata sebuah drama Korea yang sukses mengambil hati tidak saja di negaranya tapi juga negara-negara lain seperti Indonesia juga menampilkan tempat-tempat yang mengagumkan.
Ketiga contoh tersebut menjadi sebuah input bagi saya bahwa Film dan Karya Sastra (populer seperti novel) yang dapat menggambarkan dengan baik lokasi yang melatari cerita dapat mempengaruhi penikmatnya untuk tergoda untuk mencintai lokasi yang melatari jalan ceritanya. 


Pasca pengambilan gambar film Eat Pray Love, beberapa biro wisata di Bali menawarkan Eat Pray Love Tour (pantai Padang Padang tempat Julia Roberts melakukan syuting saat ini semakin dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan). Sukses Winter Sonatapun membuat para penyedia tour di Seoul menambahkan lokasi-lokasi dalam drama Winer Sonata tersebut kedalam atraksi wisata yang ditawarkannya.
Saat saya mengunjungi International Tourism & Travel Fair 2008 di Jakarta Convention Center, saya menemukan stand Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan menemukan banner yang bertuliskan Selamat Datang di Bumi Laskar Pelangi. Salah seorang teman di Malaysiapun sempat melontarkan kekagumannya pada Pulau Belitung seperti pada film Laskar Pelangi yang telah ditontonnya di Malaysia.
Saya juga ingat dulu karya-karya sastra seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan juga termasuk yang menggoda saya untuk berwisata dan menikmati alam Sumatera Barat.

Beberapa daerah di Indonesia sepertinya sudah sadar bahwa Film dan Karya Sastra dapat menjadi sarana promosi yang tepat. Daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang bagus tapi belum tergali dapat mencobasarana promosi ini.

0 komentar:

Poskan Komentar