Senin, 29 Maret 2010

Barack Obama : Sebuah Kemasan Entertainer

Polemik rencana kedatangan Barack Obama ke Indonesia yang berakhir penundaan cukup banyak menyita perhatian masyarakat Indonesia. Masyarakat yang sepertinya bosan (asal jangan lupa) dengan berita-berita Century dan kasus-kasus politik dan korupsi dalam negeri yang seperti tak berkesudahan seolah menemukan berita baru yang lebih menarik. Mulai dari masa kecil sampai dengan politik pemerintahannya semuanya dikupas habis. Sekolah Obama waktu kecilpun diberitakan sampai menyiapkan acara seremonial khusus untuk menyambutnya bila mampir ke sekolah tersebut. Belum termasuk demo-demo penolakan kedatangannya, cukup membuat berita-berita di media lebih berwarna.

Saya pribadi tidak lagi tertarik dengan sosok Obama saat ini apalagi kebijakan politiknya yang jauh dari Indonesia (dia bukan orang Indonesia tentunya tidak memikirkan Indonesia). Saya lebih tertarik pada konsep entertaining dari kemunculannya pada saat akan maju menjadi wakil Partai Demokrat di perebutan kursi Presiden Amerika Serikat. Pertarungannya dengan Hillary Clinton seolah panggung hiburan baru yang menarik. Ketika akhirnya terpilih sebagai calon Presiden dari Partai Demokrat, panggung hiburan itu menjadi lebih menarik lagi. 

Tim kemenangan Obama seolah berhasil mengemas jualan mereka (Obama) menjadi sosok  calon pehlawan penyelamat Amerika Serikat. Amerika sendiri yang menjadi barometer entertainment dunia seolah menuntut sosok Presiden yang entertaining. Ditambah dukungan selebritis-selebritis Amerika (yang terkenal dan kita kenal) seolah menjadikan sosok ini benar super star kelas dunia. Pesona Obamapun menjadi lintas negara, karena sejarah kecilnya membawanya ke beberapa negara asal ayah kandungnya, asal ayah tiri dan masa kecilnya (yang kebetulan Indonesia), dan negara adik iparnya.

Kemenangan dan acara Inagurasi pelantikannyapun benar-benar bertabur bintang dengan tampilnya pesohor-pesohor Amerika berikut hiburan-hiburan yang melibatkan artis-artisnya.

Saat ini Obama seolah menjadi tokoh internasional yang banyak menyita perhatian dunia internasional. Tidak hanya kebijakan politiknya saja, tetapi sosoknya sendiri yang memang menjual. Setiap kegiatan sampai dengan keluarganya menjadi sorotan dari seluruh dunia. Sekali lagi tim Obama membuktikan kerja yang bagus, karena Obama tampil bak selebritis dan panggung politiknya bak panggung hiburan yang menarik. Sebuah kemasan yang menarik.

Apapun itu, kemasan yang dibuat seolah menutupi berbagai keburukan dan kejanggalan pemerintahan Obama. Harapannya semoga mereka tidak lupa untuk menampilkan Obama yang lebih berperikemanusiaan dan bersahabat dengan dunia tanpa menimbulkan masalah besar yang baru. 

Kamis, 25 Maret 2010

Kid's Corner - Solusi Orang Tua Menikmati Event

Semakin sadarnya perusahaan atau brand untuk mensosialisasikan dan menanam image pada konsumennya membuat semakin banyaknya event yang terselenggara. Mulai dari peluncuran produk baru, eksebisi sampai gathering menjadi sarana yang bertujuan membangun dan mejaga loyalitas pengguna brand tersebut. 

Sebuah undangan event (apalagi dengan tema dan konsep menarik) tentunya sayang untuk dilewatkan. Masalah timbul apabila orang tua memiliki anak dan kebetulan tidak bisa ditinggalkan. Antara meninggalkan anak di rumah atau tidak menghadiri event yang menarik adalah keputusan yang berat untuk diambil.

Peluang-peluang inilah yang harus dicermati dan diambil oleh penyelenggara sebuah event. Menyediakan Kid's Corner adalah solusi yang rasanya tepat. Solusi seperti ini pernah saya ajukan kepada salah satu klien, memang konsep ini akan menimbulkan biaya baru. Keberatan klien untuk menyediakan budget tambahan cukup disikapi dengan satu argumen. Daripada mengeluarkan budget baru untuk menjaring pelanggan yang tidak bisa datang rasanya pilihan ini lebih hemat. Disamping itu perlu dikemukakan bahwa konsep ini secara tidak langsung dapat sebagai penanaman image suatu brand sejak dini terhadap anak-anak. Dari sisi bisnis dan dilihat dari kacamata manapun konsep ini jelas akan menguntungkan (meskipun saya sangat tidak menganjurkan untuk produk-produk dewasa seperti rokok, minuman berakohol dan sebagainya).

Dalam area Kids Corner selain disediakan berbagai permainan yang menarik bisa juga dibuat aktivitas yang mengasah kreatifitas dan sosialisasi antara anak-anak dalam area tersebut. Misalnya anak diajak untuk mewarnai dengan media yang lain dari yang lain (layang-layang, t-shirt atau miniatur rumah polos) atau permainan kelompok. Beberapa event teman malah menyediakan tempat istirahat untuk balita.

Penyediaan Kid's Corner sendiri sebenarnya bukan konsep yang baru sekali, karena beberapa event sudah menyediakan fasilitas ini. Sebuah Wedding Organizer ternamapun  sudah menyediakan konsep ini pada paket yang ditawarkannya, yang bahkan dilengkapinya dengan penawaran konsep-konsep khusus (cowboy, castle dan lain-lain). 

Sukses penyelenggaraan event berarti membawa kepuasan pelanggan (undangan) dan  diharapkan akan brand memupuk loyalitas mereka. Selain itu anak-anak akan puas juga yang berarti brand akan dikenal juga oleh anak-anak dan ter-image hingga mereka cukup mampu untuk mengkonsumsi atau menggunakan brand tersebut.

JAMSOSTEK - Alternatif Tepat Pelindung Tenaga Kerja


Minggu yang lalu saya mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan tangan saya harus menerima jahitan. Kecelakaan tersebut terjadi di luar waktu kerja saya. Biaya yang harus dikeluarkan kebetulan tidak seberapa dan sayapun masih memegang polis asuransi dari salah satu perusahaan asuransi swasta (meskipun untuk itu saya tidak melakukan reimburse).

Mungkin banyak yang tidak tahu bila sebenarnya pekerjaan di bidang event organizer juga rawan dengan kecelakaan. Kegiatan para kru mulai dari pemasangan material promo, loading - unloading, setting sampai bongkar venue (stage, backdrop dan sebagainya) cukup beresiko terhadap kecelakaan. 

Bayangkan apabila pada saat pemasangan baliho kru yang bertugas melakukan kesalahan yang berakibat tertimpa baliho yang berukuran besar (sebagai bayangan rata-rata ukuran baliho normal adalah 3 x 4 meter), atau saat pemasangan stage rigging yang lumayan berat. Beberapa daerah yang saya kunjungi malah tidak mengenal safety tools alias mengerjakan semua pekerjaan berat tersebut tanpa alat pengaman. Semakin rumit konsep yang akan dibuat  semakin banyak property yang dibutuhkan dan bisa jadi semakin beresiko bagi kru atau tenaga kerja lapangan yang mengerjakannya.

Jamsostek adalah pilihan yang mencukupi dan cenderung tepat untuk kondisi dunia kerja di Indonesia. Tenaga Kerja di berbagai usaha di bidang formal dapat menjadi peserta. Program-program yang ditawarkan oleh Jamsostek adalah :
  • Jaminan Hari Tua
  • Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
  • Jaminan Kecelakaan Kerja
  • Jaminan Kematian
Bagaimana dengan pekerja lepas dan pengusaha mandiri? Semuanya ternyata dapat terdaftar sebagai peserta Jamsostek dan termasuk ke dalam program TK-LHK dan Jasa Kontruksi.

Pelayanan yang diberikan oleh Jamsostekpun cukup baik. Pengajuan klaim yang cukup mudah ditambah respon yang cepat saat ini menjadi standar pelayanan mereka. Dengan jaringan kantor yang tersebar di hampir seluruh daerah di Indonesia, cukuplah alasan untuk menjadikan Jamsostek Pelindung Pekerja dan Mitra Pengusaha yang tepat.

Jumat, 19 Maret 2010

Warisan Enak dan Kepedulian Smesco pada Pelestarian Selera Indonesia

Sejak diselenggarakan pada bulan Mei 2009 yang lalu dan dalam rangka soft opening SMESCO Building, kesuksesan penyelenggaraan Festival Warisan Enak layak diberi apresiasi. Penyelenggaraan yang terakhir sekitar bulan Desember 2009 lalu terbukti berhasil menujukkan peran SMESCO sebagai lembaga yang membantu berkembangnya Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dalam hal ini KUKM yang terbantu adalah yang bergerak dalam bidang makanan tradisional/khas Indonesia.

Didirikan pada bulan Maret 2007 Smesco Indonesia Company selama ini bisa dibilang cukup berhasil mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di dunia internasional.  Dengan  mulai digunakannya Smesco Building untuk berbagai aktifitas pendukung bisnis KUKM layaklah apabila Smesco dikatakan konsisten terhadap tujuan pendiriannya. Beberapa area pada Smesco Building digunakan  sebagai gallery yang selain sebagai tempat pamer  juga melayani penjualan ritel produk-produk KUKM Indonesia. Display yang menarik cukup bisa menarik pengunjung untuk mengamati, mengagumi dan membeli produk-produk Indonesia pilihan. Saya dua kali mengajak beberapa tamu delegasi Trade Expo saya (di luar schedule kegiatan mereka) untuk berkunjung ke gallery ini.

Kembali ke Warisan Enak. Event ini menampilkan berbagai makanan khas Indonesia (saya beberapa kali malah menemukan masakan Indonesia yang belum pernah saya cicipi sebelumnya). Kemasan event yang menggabungkan (bazar) makanan dengan hiburan tradisional Indonesia memang cukup menarik. 

Setelah beberapa kali penyelenggaraan, event ini mulai menemukan bentuknya sehingga penyelenggaraannyapun semakin rapi. Baik dari segi konsep maupun teknis pelaksanaan. 

Pihak Smesco-pun mulai berani untuk bekerjasama dengan beberapa pihak seperti salah satunya komunitas pecinta warisan budaya Indonesia. Pada perkembangannya event ini bisa juga dijadikan daya tarik pariwisata Indonesia. Sayangnya schedule event yang belum pasti menjadi kendala bagi biro wisata untuk memasarkan atau memasukkan event ini  ke dalam agenda wisata yang bisa dijual.

Harapan saya semoga event ini dapat terus (rutin) diselenggarakan, karena melalui event inilah kita diingatkan untuk berselera Indonesia dan melestarikannya. Pelestarian makanan khas Indonesia tidak akan terjadi bila lidah kita tidak mempunyai selera Indonesia. 

Selain itu harapan untuk Smesco agar tetap konsisten dengan tujuan dan misinya, karena masih banyak Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang menanti bantuannya untuk mengenalkan produk dan potensi Indonesia yang sangat besar.

Rabu, 17 Maret 2010

Pesona Magis Lukisan Ida Bagus Indra

Dalam perjalanan saya mempersiapkan sebuah event tahun lalu di Bali, saya dikenalkan kepada salah satu pelukis yang menurut beberapa sumber karyanya masuk jajaran "most wanted". Ida Bagus Indra atau sering dipanggil IBI.

Sebelumnya saya berkenalan dengan istri IBI (yang kebetulan bernama sama dengan saya) di gallerynya di kawasan Jalan Thamrin - Denpasar. Pada gallerynya yang artistik tersebut dipajang beberapa lukisan IBI. Kesemua lukisan yang terpajang disana mengambil objek wanita yang ditampilkannya dengan sangat indah. Cantik dengan pesona magis. Dari Mbak Arilah  saya tahu objek lukisan IBI adalah dirinya. Obrolan yang berlanjut dengan undangan makan malam di sanggarnya tentu saja saya terima. 

Memasuki sanggarnya (saya lupa daerahnya) yang benar-benar asri, unik dan mistis (saya sempat nongkrong di pinggir kolam renangnya yang menghadap hutan bambu dan tidak terasa bulu kuduk saya berdiri) pastilah terbayang segala inspirasi dapat muncul  disana. 

Mendengar obrolan IBI yang ditimpali sang istri serasa melihat pengantin baru yang menceritakan kisah-kisah roman mereka. Perasaan  cinta sang pelukis terhadap modelnya Inilah yang (menurut saya) membuat penggambaran sosok wanita dalam lukisan-lukisannya begitu hidup. IBI saat itu baru saja meluncurkan karya-karyanya dalam tema Kama Sutra yang sensual tapi indah yang menggambarkan ritual cinta mereka.
  
Diceritakannya pula proses penciptaan lukisannya yang melalui proses ritual keagamaan untuk persiapannya. Sang model yang merasa tidak memiliki bakat menari setelah melalui proses ritual tersebut bisa berubah menjadi seorang penari yang mahir semahir sang pelukis menarikan kuasnya. Itulah yang (menurut saya juga) membuat seolah lukisan tersebut memiliki pesona magis. Mbak Ari bahkan bercerita pada salah satu proses persiapan penciptaan lukisan yang mengambil setting di salah satu pantai keramat, dia sempat benar-benar emosional yang menunjukkan betapa beratnya tugasnya sebagai model (seolah ada kekuatan lain yang mengambil peran).
Obrolan hangat kami ditimpali pula dengan cerita-cerita yang membangkitkan inspirasi, karena selain proses penciptaan yang menarik juga tentang kehidupan yang ternyata tidak mudah. IBI saat memutuskan menjadi pelukis di Australia ditentang oleh keluarganya yang berujung pada penghentian subsidi. Tanpa uang IBI bahkan saat itu bersedia menjual satu lukisannya dengan harga murah hanya untuk makan sekali. Dibantu pengorbanan dan cinta sang istrilah kekuatan  untuk hidup datang dan berujung keberhasilan. Sebuah sumber inspirasi yang indah.

Saat ini kegiatan IBI selain menciptakan karya-karyanya yang indah juga berkeliling dunia mengenalkan karya-karyanya dibantu keahlian sang istri yang mantan Public Relation sebuah hotel ternama di Bali. Saya juga belajar banyak, bagaimana proses eksebisi lukisan di luar negeri terutama Eropa. Persiapan logistik berupa pem-packing-an lukisan, proses asuransi dan sebagainya saat ini tidak banyak dilakukan. Perjalanannya ke luar negeri saat ini hanya membawa beberapa lukisan saja, selebihnya berupa pendokumentasian lukisan dalam format digital. Sesampainya di sana mereka hanya cukup melakukan presentasi dengan menampilkan slide-slide tersebut. 

Sebuah cara yang menarik dan yang pasti mendukung pariwisata Indonesia (dalam hal ini Bali), karena para kolektor yang tertarik rela datang ke Bali hanya untuk mengunjungi gallery dan melakukan transaksi.

Satu lagi sosok yang saya kagumi. Indonesia harus bangga memiliki seorang pelukis seperti IBI ini, karena karya-karyanya menampilkan sosok wanita Indonesia dan kebudayaannya dan justru banyak dikenal dan dibicarakan di luar negeri.
 

Remy Silado

Sebagai persiapan peringatan 60 tahun Hubungan (bilateral) Indonesia - China dimulai tahun lalu kami mempersiapkan rangkaian event yang akan dilaksanakan sepanjang 2010 dan dimulai pada 13 April 2010. Rangkaian kegiatan tersebut akan diselenggarakan di China (rencana awal di Beijing) dan Indonesia (Jakarta, Bandung, Semarang dan beberapa kota yang akan ditentukan kemudian). 

Salah satu konsep yang saya ajukan adalah apresiasi terhadap pengarang-pengarang Indonesia dan China yang membantu menggambarkan hubungan Indonesia - China dalam karya-karyanya. Salah satu tokoh yang saya nominasikan adalah Remy Silado. Lewat (salah satu) karyanya Ca-Bau-Kan, Remy Silado menggambarkan budaya Indonesia dan pengaruh China yang melebur menjadi satu budaya yang menarik.

Ca-Bau-Kan menceritakan perjalan hidup dan cinta Siti Noerhaijati soorang wanita betawi yang kerap dipanggil Tinung. Dia adalah seorang Ca-Bau-Kan yang pekerjaannya "menghibur" orang Tionghoa pada zaman kolonial Belanda di Indonesia. Cintanya kepada Tan Peng Liang seorang pedagang candu dan tembakau yang peranakan China (Tionghoa) dari Semarang. Berbagai rintangan dan halangan mereka lewati seperti perbedaan ras, status sosial, kedatangan pasukan Jepang dan perang kemerdekaan Indonesia. Cerita berakhir dengan tetap kuatnya cinta mereka sampai kematian mendatangi mereka.

Remy Silado dilahirkan di Makasar tanggal 12 Juli 1945 dengan nama Yapi Panda Abdiel Tambayong. Masa kecil dan remajanya dihabiskan di Semarang dan Solo. Karirnya dimulai di Semarang sebagai wartawan majalah Tempo. Pengalaman tinggal di Semarang inilah yang mungkin menjadi inspirasi Ca Bau Kan yang berlatar budaya China-Semarang. Bahasa dan dialek China Semarang yang mencampurkan bahasa Indonesia dan Jawa menciptakan aksen China-Indonesia-Jawa yang unik.

Remy Silado menulis berbagai karya sastra selain novel dan juga dikenal sebagai pelukis dan seorang dramawan.  Remy juga terkenal karena sikap beraninya menghadapi pandangan umum melalui pertunjukan-pertunjukan drama yang dipimpinnya. Berbagai penghargaan di bidang kesusastraan pernah diraihnya.

Dalam karya-karya sastranya Remy Silado seringkali mengenalkan kata-kata Indonesia lama yang sudah jarang digunakan. Inilah yang membuat karya-karyanya unik dan istimewa. Selain itu Remmy Silado selalu melakukan riset yang mendalam disamping kualitas tulisannya yang tidak diragukan lagi. Rasanya tidaklah berlebihan pilihan saya.

Rabu, 10 Maret 2010

Lukisan Toto Sunu : Gambaran Masyarakat Indonesia

Pada salah satu event pameran lukisan yang saya kerjakan yang diikuti oleh beberapa pelukis Indonesia dan asing, saya tersenyum sendiri melihat beberapa karya salah satu pelukis Indonesia. Toto Sunu sang pelukis membuat suasana dinding gallery menjadi bernuansakan keceriaan Indonesia.

Pada lukisan Toto Sunu budaya Indonesia digambarkan menarik penuh keceriaan dengan sosok manusianya yang lucu. Bentuk tubuh manusia pada lukisan Toto Sunu digambarkan tidak proposional antara bentuk kepala yang kecil dengan bentuk badan yang bulat besar. Sekilas kesimpulan yang diambil, sang pelukis ingin menggambarkan manusia-manusia di Indonesia yang gemar  menimbun kesenangan hingga berbadan besar tanpa diimbangi pikiran dan akal yang besar sehingga berkepala kecil.
Mengenal Toto Sunu serasa berbincang dengan sahabat lama, hangat dan menyenangkan (beliau beberapa kali malah menunjukkan trick sulap). Penggambaran manusia pada lukisannya ternyata bukan dimaksudkan menyindir masyarakat kita. Badan yang besar yang lebih besar daripada kepala diibaratkan kesuburan yang berarti kebahagiaan.  Karena penggambaran manusia yang unik ini karya-karyanya sering disebut kelirumologi.

Lukisan-lukisannyapun selalu menggambarkan kebahagiaan dan keceriaan berbalut budaya Indonesia. Sesuatu yang menjadi harapannya. Salah satu lukisannya menggambarkan kerukunan beragama di Indonesia, hal yang sepertinya kurang kita temui saat ini. Kebersamaan pada lukisan bertemakan panen hasil bumi juga benar-benar merupakan cerminan budaya kita yang sebenarnya.

Pada lukisan-lukisannya Toto Sunu banyak menampilkan peran wanita dalam masyarakat kita. Toto Sunu bahkan menggambarkan wanita dengan aktifitas kekinian seperti menjadi wanita karir dan lomba rias yang menggambarkan wanita berlomba-lomba untuk cantik.

Semua karya Toto Sunu menampilkan manusia yang ceria dan selalu tersenyum, karena tidak pernah berpikir untuk berduka. Lukisan-lukisan Toto Sunu seolah mengandung harapan Indonesia yang selalu bersuka dan tidak pernah berduka. Penggambaran Indonesia yang harus kita miliki dan wujudkan.