Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak-Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 April 2010

Pengelolaan Event Anak-Anak

Event untuk anak-anak yang ideal adalah yang dapat memberikan image yang positif tentang suatu hal kepada anak-anak disamping memberikan kegembiraan bagi mereka. Mungkin seperti mudah membuat sebuah event untuk anak-anak, kenyataannya tanpa menyelami dunia anak-anak kendala-kendala justru akan bermunculan. Jangankan diharapkan bisa membangun image (yang  positif) pada anak, yang ada malahan komplain tak berkesudahan yang diterima

Meskipun telah beberapa kali mengelola kegiatan untuk anak-anak, kenyataan di lapangan, pada beberapa event saya seringkali menemui ganjalan (yang herannya seringkali disebabkan oleh orang tua anak-anak itu sendiri).

Suatu saat pada sebuah event lomba anak-anak di Pekanbaru saya dikejutkan dengan permintaan salah satu ibu dari peserta lomba agar anaknya dapat dimenangkan. Yang saya sayangkan si ibu berkata kepada saya di depan si anak yang (konyolnya) malah mengiyakan. Belum lagi pada event tersebut ada seorang Bapak yang memaki-maki juri yang tidak meloloskan anaknya menjadi salah satu finalis dan (sayangnya juga) dilakukan di depan anaknya. 

Masih ada lagi cerita tentang event saya dengan PT. Kereta Api (yang diselenggarakan di Bogor). Anak-anak dikonsepkan belajar menggunakan jasa kereta api dengan baik. Mereka diberikan aturan untuk mengantri pada saat membeli tiket, duduk dengan teratur dan etika berkereta api lainnya (yang sayang tidak pernah disosialisasikan di Indonesia). Saya yang dengan event ini merasa berhasil membawa image yang baik tentang salah satu jasa transportasi di Indonesia seketika lemas saat salah satu orang tua anak-anak tersebut meludah dengan seenaknya. Beberapa anak yang melihatpun malah tertawa-tawa meskipun menurut mereka jorok.  

Meskipun demikian, banyak juga event untuk anak-anak yang berhasil sesuai dengan keinginan dan mendekati ideal. Pada salah satu event (di Pekanbaru juga) yang bertujuan membangun image Polisi sebagai sahabat anak. Saya merasa bangga event tersebut berhasil digiring sesuai tujuannya. Anak-anak antusias bermain bersama bapak-bapak dan ibu-ibu polisi (dan polwan) dan berkomentar polisi ternyata sangat baik di mata mereka. 

Kerumitan mengelola event dengan anak-anak sebagi audiencenya tersebutlah yang tampaknya membuat kurang diminatinya event ini oleh sebagian organizer. Mulai dari membuat konsep yang harus menarik (apalagi seperti sekarang dimana anak-anak kecilpun sudah kritis) sampai mengawal agar event tersebut memuaskan hati anak-anak (plus keluarganya) dan message yang akan kita sampaikan pada event tersebut ter-image dengan baik dalam benak anak harus dikerjakan. 

Beberapa hal lagi yang membedakan event untuk anak-anak dengan dengan event beraudience kalangan remaja dan dewasa adalah faktor keamanan, keselamatan dan kepedulian yang harus ekstra diperhatikan. Tidak lucu rasanya apabila event telah selesai tapi salah satu anak hilang (plus orang tua yang marah-marah ) karena kita lalai mengawal mereka. Inti dari semuanya adalah berusaha menyelami dunia anak-anak dengan mengetahui apa keinginan mereka, kebiasaan mereka sampai tingkah polah mereka yang terkadang tidak terduga.

Saat ini selain produk-produk anak, masih banyak lagi event-event dengan audience anak-anak yang juga semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan dengan brand yang sebenarnya untuk kalangan dewasa (orang tua). Beberapa brand otomotif dan perumahan sudah mencoba mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan promosi mereka, meskipun kegiatan tersebut beberapa masih membawa konsep family gathering. Kenyataannya pada fase anak-anaklah saat yang cocok untuk menanamkan suatu image.  Apabila kita siap tentulah banyak pekerjaan yang akan menanti kita.


Kamis, 25 Maret 2010

Kid's Corner - Solusi Orang Tua Menikmati Event

Semakin sadarnya perusahaan atau brand untuk mensosialisasikan dan menanam image pada konsumennya membuat semakin banyaknya event yang terselenggara. Mulai dari peluncuran produk baru, eksebisi sampai gathering menjadi sarana yang bertujuan membangun dan mejaga loyalitas pengguna brand tersebut. 

Sebuah undangan event (apalagi dengan tema dan konsep menarik) tentunya sayang untuk dilewatkan. Masalah timbul apabila orang tua memiliki anak dan kebetulan tidak bisa ditinggalkan. Antara meninggalkan anak di rumah atau tidak menghadiri event yang menarik adalah keputusan yang berat untuk diambil.

Peluang-peluang inilah yang harus dicermati dan diambil oleh penyelenggara sebuah event. Menyediakan Kid's Corner adalah solusi yang rasanya tepat. Solusi seperti ini pernah saya ajukan kepada salah satu klien, memang konsep ini akan menimbulkan biaya baru. Keberatan klien untuk menyediakan budget tambahan cukup disikapi dengan satu argumen. Daripada mengeluarkan budget baru untuk menjaring pelanggan yang tidak bisa datang rasanya pilihan ini lebih hemat. Disamping itu perlu dikemukakan bahwa konsep ini secara tidak langsung dapat sebagai penanaman image suatu brand sejak dini terhadap anak-anak. Dari sisi bisnis dan dilihat dari kacamata manapun konsep ini jelas akan menguntungkan (meskipun saya sangat tidak menganjurkan untuk produk-produk dewasa seperti rokok, minuman berakohol dan sebagainya).

Dalam area Kids Corner selain disediakan berbagai permainan yang menarik bisa juga dibuat aktivitas yang mengasah kreatifitas dan sosialisasi antara anak-anak dalam area tersebut. Misalnya anak diajak untuk mewarnai dengan media yang lain dari yang lain (layang-layang, t-shirt atau miniatur rumah polos) atau permainan kelompok. Beberapa event teman malah menyediakan tempat istirahat untuk balita.

Penyediaan Kid's Corner sendiri sebenarnya bukan konsep yang baru sekali, karena beberapa event sudah menyediakan fasilitas ini. Sebuah Wedding Organizer ternamapun  sudah menyediakan konsep ini pada paket yang ditawarkannya, yang bahkan dilengkapinya dengan penawaran konsep-konsep khusus (cowboy, castle dan lain-lain). 

Sukses penyelenggaraan event berarti membawa kepuasan pelanggan (undangan) dan  diharapkan akan brand memupuk loyalitas mereka. Selain itu anak-anak akan puas juga yang berarti brand akan dikenal juga oleh anak-anak dan ter-image hingga mereka cukup mampu untuk mengkonsumsi atau menggunakan brand tersebut.