Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Event. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Sport Event - Potensi Indonesia yang Perlu Berbenah

 Bulan Juni kemarin seluruh perhatian dunia terpusat pada gelaran akbar World Cup 2010 di South Africa. Indonesia untuk kesekian kali sudah bisa dipastikan tim sepakbolanya tidak akan berkiprah, meskipun demikian Indonesia patutlah berbangga masuk ke dalam tiga negara terbesar penggemar sepakbola dunia. Ironi memang tapi itulah kenyataannya.

Mengemas sebuah pertandingan olahraga menjadi sebuah event yang menarik adalah bukan hal yang baru di beberapa negara. Amerika berhasil menampilkan beberapa cabang olahraganya sehingga layak untuk dinikmati. Tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi sebuah bisnis bahkan industri menguntungkan dan mampu menggerakan segala sumber daya yang ada. Bisa dipastikan deretan perusahaan berlomba-lomba menjadi sponsorship (bahkan yang utama) agar dapat mempromosikan produk mereka. 

Inggris juga menarik perhatian dunia lewat Premiere League-nya, Sepakbola dunia mendapatkan sumbangan tontonan berkualitas dari sini. Selain itu dari olahraga tenis, Wimbledon selain memiliki sejarah yang kuat juga menjadi magnet bagi perusahaan-perusahaan raksasa untuk berkiprah dan menjadikan ajang tersebut sebagai promosi besar mereka.
 
Bagaimana Indonesia? Sejauh ini hanya sedikit cabang olahraga yang diminati para pengusaha untuk menjadi ladang promosi mereka. Sebut saja sepakbola, bulu tangkis dan basket. Ke-tiga cabang tersebut bahkan sekarang dihadapkan pada kenyataan berkurangnya minat perusahaan untuk menjadi sponsornya. Bulu tangkis yang dulu menjadi salah satu tontonan menarik dengan keikutsertaan perusahaan pada setiap materi promosinya saat ini menjadi tontonan yang mulai berkurang peminatnya seiring dengan tenggelamnya prestasi internasional mereka. Begitu pula sepakbola, dengan seringnya terjadi kerusuhan yang menyebabkan panitia/pihak keamanan memutuskan pertandingan tanpa penonton tentunya berimbas kurang baik. Pihak sponsor tentunya akan menilai target profile mereka dilihat oleh banyak orang menjadi hilang.
 
Hal-hal yang lain tentunya berkaitan dengan keamanan nasional Indonesia sendiri. Masih jelas dalam ingatan batalnya tim Manchester United datang ke Indonesia dikarenakan tragedi bom kuningan (yang sialnya tejadi di hotel tempat pemain MU rencananya menginap selang satu hari sebelum kedatangan mereka).
Melihat ini semua tentunya perlu banyak hal yang harus diperbaiki. Sarana prasaran olahraga tentu menjadi salah satunya disamping keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu perlu kerja keras bagian kehumasan tiap cabang olahraga untuk mempopulerkan dan mencitrakan sisi positif cabang olahraga tersebut kepada masyarakat. Satu lagi hal penting lainnya adalah memberikan edukasi yang tidak saja kepada pelaku dunia olahraga tetapi juga masyarakat umum tentang pentingnya budaya fairplay dan spotifitas.
Bila semua itu dapat dipahami, disadari, diterapkan dan dilakukan dengan baik bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu destinasi penting penyelenggaraan event-event penting tingkat internasional. Apabila hal tersebut terwujud sudah dapat dipastikan segala sumber daya yang kita miliki akan menjadi maju.

Senin, 31 Mei 2010

Stand Contractor dan Design untuk Cerminan Sebuah Produk

Sebuah produk untuk lebih dikenal haruslah melakukan promosi yang baik. Salah satu bentuk promosi yang sering dilakukan adalah dengan menggelar sebuah pameran. Penyelenggaraan pameran biasanya memang bertujuan untuk membangun brand (terutama untuk produk-produk yang baru diluncurkan) dan penjualan langsung.

Saat ini semakin banyak jumlah perusahaan penyelenggara pameran yang memang sangat membantu perusahaan (produsen suatu produk) untuk mencapai tujuan mengenalkan dan menjual produknya. Indonesia bolehlah berbangga karena beberapa pameran yang diselenggarakan sudah dikenal hingga ke manca negara. Skala yang besar ataupun unsur tematik yang ditawarkanlah yang menjadikan beberapa event pameran Indonesia sangatlah menarik dan ditunggu untuk program annual-nya.

Perkembangan kegiatan pameran di Indonesia memunculkan sebuah bidang usaha yang telah dikenal sebelumnya untuk ikut berkembang . Stand Contractor membantu pengusaha atau produsen sebuah produk untuk maksimal membangun brand-nya melalui design stand yang menarik dan benar-benar dapat mencerminkan produk mereka.


Stand Contractor yang profesional mampu mengimplimentasikan potensi produk ke dalam design yang benar-benar sesuai. Design sebuah stand produk otomotif tentulah tidak bisa disamakan dengan design sebuah stand komestik. Pemilihan warna lembut tentulah juga tidak cocok dengan produk alat berat. Belum lagi masalah detail. Perusahaan otomotif untuk kelas atas tentu akan lebih cocok dengan design simpel yang elegan dengan warna yang kuat. Bandingkan dengan design produk fashion yang memungkinkan diberikan detail-detail yang artistik.

Selain itu Profesional Stand Contractor dituntut untuk dapat mengestimasikan biaya dan waktu yang tepat untuk mewujudkan design yang menarik. Perlu pula dipertimbangkan untuk mencermati design yang sedang disukai oleh penikmat pameran. 

Untuk mempertajam kemampuan para Stand Contractor tersebut diperlukan pelatihan-pelatihan yang melatih kepekaan dan menambah wawasan yang dibutuhkan untuk mewujudkan keinginan para produsen untuk menampilkan cerminan produk yang tepat.

Minggu, 04 April 2010

Pengelolaan Event Anak-Anak

Event untuk anak-anak yang ideal adalah yang dapat memberikan image yang positif tentang suatu hal kepada anak-anak disamping memberikan kegembiraan bagi mereka. Mungkin seperti mudah membuat sebuah event untuk anak-anak, kenyataannya tanpa menyelami dunia anak-anak kendala-kendala justru akan bermunculan. Jangankan diharapkan bisa membangun image (yang  positif) pada anak, yang ada malahan komplain tak berkesudahan yang diterima

Meskipun telah beberapa kali mengelola kegiatan untuk anak-anak, kenyataan di lapangan, pada beberapa event saya seringkali menemui ganjalan (yang herannya seringkali disebabkan oleh orang tua anak-anak itu sendiri).

Suatu saat pada sebuah event lomba anak-anak di Pekanbaru saya dikejutkan dengan permintaan salah satu ibu dari peserta lomba agar anaknya dapat dimenangkan. Yang saya sayangkan si ibu berkata kepada saya di depan si anak yang (konyolnya) malah mengiyakan. Belum lagi pada event tersebut ada seorang Bapak yang memaki-maki juri yang tidak meloloskan anaknya menjadi salah satu finalis dan (sayangnya juga) dilakukan di depan anaknya. 

Masih ada lagi cerita tentang event saya dengan PT. Kereta Api (yang diselenggarakan di Bogor). Anak-anak dikonsepkan belajar menggunakan jasa kereta api dengan baik. Mereka diberikan aturan untuk mengantri pada saat membeli tiket, duduk dengan teratur dan etika berkereta api lainnya (yang sayang tidak pernah disosialisasikan di Indonesia). Saya yang dengan event ini merasa berhasil membawa image yang baik tentang salah satu jasa transportasi di Indonesia seketika lemas saat salah satu orang tua anak-anak tersebut meludah dengan seenaknya. Beberapa anak yang melihatpun malah tertawa-tawa meskipun menurut mereka jorok.  

Meskipun demikian, banyak juga event untuk anak-anak yang berhasil sesuai dengan keinginan dan mendekati ideal. Pada salah satu event (di Pekanbaru juga) yang bertujuan membangun image Polisi sebagai sahabat anak. Saya merasa bangga event tersebut berhasil digiring sesuai tujuannya. Anak-anak antusias bermain bersama bapak-bapak dan ibu-ibu polisi (dan polwan) dan berkomentar polisi ternyata sangat baik di mata mereka. 

Kerumitan mengelola event dengan anak-anak sebagi audiencenya tersebutlah yang tampaknya membuat kurang diminatinya event ini oleh sebagian organizer. Mulai dari membuat konsep yang harus menarik (apalagi seperti sekarang dimana anak-anak kecilpun sudah kritis) sampai mengawal agar event tersebut memuaskan hati anak-anak (plus keluarganya) dan message yang akan kita sampaikan pada event tersebut ter-image dengan baik dalam benak anak harus dikerjakan. 

Beberapa hal lagi yang membedakan event untuk anak-anak dengan dengan event beraudience kalangan remaja dan dewasa adalah faktor keamanan, keselamatan dan kepedulian yang harus ekstra diperhatikan. Tidak lucu rasanya apabila event telah selesai tapi salah satu anak hilang (plus orang tua yang marah-marah ) karena kita lalai mengawal mereka. Inti dari semuanya adalah berusaha menyelami dunia anak-anak dengan mengetahui apa keinginan mereka, kebiasaan mereka sampai tingkah polah mereka yang terkadang tidak terduga.

Saat ini selain produk-produk anak, masih banyak lagi event-event dengan audience anak-anak yang juga semakin diminati oleh perusahaan-perusahaan dengan brand yang sebenarnya untuk kalangan dewasa (orang tua). Beberapa brand otomotif dan perumahan sudah mencoba mengikutsertakan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan promosi mereka, meskipun kegiatan tersebut beberapa masih membawa konsep family gathering. Kenyataannya pada fase anak-anaklah saat yang cocok untuk menanamkan suatu image.  Apabila kita siap tentulah banyak pekerjaan yang akan menanti kita.


Kamis, 25 Maret 2010

Kid's Corner - Solusi Orang Tua Menikmati Event

Semakin sadarnya perusahaan atau brand untuk mensosialisasikan dan menanam image pada konsumennya membuat semakin banyaknya event yang terselenggara. Mulai dari peluncuran produk baru, eksebisi sampai gathering menjadi sarana yang bertujuan membangun dan mejaga loyalitas pengguna brand tersebut. 

Sebuah undangan event (apalagi dengan tema dan konsep menarik) tentunya sayang untuk dilewatkan. Masalah timbul apabila orang tua memiliki anak dan kebetulan tidak bisa ditinggalkan. Antara meninggalkan anak di rumah atau tidak menghadiri event yang menarik adalah keputusan yang berat untuk diambil.

Peluang-peluang inilah yang harus dicermati dan diambil oleh penyelenggara sebuah event. Menyediakan Kid's Corner adalah solusi yang rasanya tepat. Solusi seperti ini pernah saya ajukan kepada salah satu klien, memang konsep ini akan menimbulkan biaya baru. Keberatan klien untuk menyediakan budget tambahan cukup disikapi dengan satu argumen. Daripada mengeluarkan budget baru untuk menjaring pelanggan yang tidak bisa datang rasanya pilihan ini lebih hemat. Disamping itu perlu dikemukakan bahwa konsep ini secara tidak langsung dapat sebagai penanaman image suatu brand sejak dini terhadap anak-anak. Dari sisi bisnis dan dilihat dari kacamata manapun konsep ini jelas akan menguntungkan (meskipun saya sangat tidak menganjurkan untuk produk-produk dewasa seperti rokok, minuman berakohol dan sebagainya).

Dalam area Kids Corner selain disediakan berbagai permainan yang menarik bisa juga dibuat aktivitas yang mengasah kreatifitas dan sosialisasi antara anak-anak dalam area tersebut. Misalnya anak diajak untuk mewarnai dengan media yang lain dari yang lain (layang-layang, t-shirt atau miniatur rumah polos) atau permainan kelompok. Beberapa event teman malah menyediakan tempat istirahat untuk balita.

Penyediaan Kid's Corner sendiri sebenarnya bukan konsep yang baru sekali, karena beberapa event sudah menyediakan fasilitas ini. Sebuah Wedding Organizer ternamapun  sudah menyediakan konsep ini pada paket yang ditawarkannya, yang bahkan dilengkapinya dengan penawaran konsep-konsep khusus (cowboy, castle dan lain-lain). 

Sukses penyelenggaraan event berarti membawa kepuasan pelanggan (undangan) dan  diharapkan akan brand memupuk loyalitas mereka. Selain itu anak-anak akan puas juga yang berarti brand akan dikenal juga oleh anak-anak dan ter-image hingga mereka cukup mampu untuk mengkonsumsi atau menggunakan brand tersebut.

Jumat, 19 Maret 2010

Warisan Enak dan Kepedulian Smesco pada Pelestarian Selera Indonesia

Sejak diselenggarakan pada bulan Mei 2009 yang lalu dan dalam rangka soft opening SMESCO Building, kesuksesan penyelenggaraan Festival Warisan Enak layak diberi apresiasi. Penyelenggaraan yang terakhir sekitar bulan Desember 2009 lalu terbukti berhasil menujukkan peran SMESCO sebagai lembaga yang membantu berkembangnya Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dalam hal ini KUKM yang terbantu adalah yang bergerak dalam bidang makanan tradisional/khas Indonesia.

Didirikan pada bulan Maret 2007 Smesco Indonesia Company selama ini bisa dibilang cukup berhasil mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di dunia internasional.  Dengan  mulai digunakannya Smesco Building untuk berbagai aktifitas pendukung bisnis KUKM layaklah apabila Smesco dikatakan konsisten terhadap tujuan pendiriannya. Beberapa area pada Smesco Building digunakan  sebagai gallery yang selain sebagai tempat pamer  juga melayani penjualan ritel produk-produk KUKM Indonesia. Display yang menarik cukup bisa menarik pengunjung untuk mengamati, mengagumi dan membeli produk-produk Indonesia pilihan. Saya dua kali mengajak beberapa tamu delegasi Trade Expo saya (di luar schedule kegiatan mereka) untuk berkunjung ke gallery ini.

Kembali ke Warisan Enak. Event ini menampilkan berbagai makanan khas Indonesia (saya beberapa kali malah menemukan masakan Indonesia yang belum pernah saya cicipi sebelumnya). Kemasan event yang menggabungkan (bazar) makanan dengan hiburan tradisional Indonesia memang cukup menarik. 

Setelah beberapa kali penyelenggaraan, event ini mulai menemukan bentuknya sehingga penyelenggaraannyapun semakin rapi. Baik dari segi konsep maupun teknis pelaksanaan. 

Pihak Smesco-pun mulai berani untuk bekerjasama dengan beberapa pihak seperti salah satunya komunitas pecinta warisan budaya Indonesia. Pada perkembangannya event ini bisa juga dijadikan daya tarik pariwisata Indonesia. Sayangnya schedule event yang belum pasti menjadi kendala bagi biro wisata untuk memasarkan atau memasukkan event ini  ke dalam agenda wisata yang bisa dijual.

Harapan saya semoga event ini dapat terus (rutin) diselenggarakan, karena melalui event inilah kita diingatkan untuk berselera Indonesia dan melestarikannya. Pelestarian makanan khas Indonesia tidak akan terjadi bila lidah kita tidak mempunyai selera Indonesia. 

Selain itu harapan untuk Smesco agar tetap konsisten dengan tujuan dan misinya, karena masih banyak Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang menanti bantuannya untuk mengenalkan produk dan potensi Indonesia yang sangat besar.

Senin, 08 Maret 2010

Java Jazz Festival 2010 - Tantangan Venue Baru

Event besar Jakarta Jazz Festival 2010 baru saja selesai. Menyesal rasanya tahun ini saya tidak bisa menonton karena bersamaan dengan kegiatan saya di luar Jakarta. Pengalaman dan kesan yang baik pada penyelenggaraan tahun 2009 lalu membuat saya penasaran apa lagi yang disajikan pada event ini tahun 2010. Iming-iming menonton spesial show John Legend dan baby Face (maaf Toni Braxton bukan favorit berat saya). Teman-teman saya yang juga kecewa saya tidak dapat pergi bersama mereka akhirnya rajin memberikan info seputar event ini baik lewat e-mail, twitter maupun facebook saya. 

Saya pernah mengungkapkan kepada teman-teman saya bahwa ada sebuah pertaruhan besar sekaligus tantangan yang menarik bagi penyelenggara kali ini. Pemindahan lokasi dari Jakarta Convention Center ke Jakarta International Expo bukan perkara yang mudah. Luas venue yang hampir lima kali lebih besar plus jauhnya lokasi (Kemayoran) adalah tantangan yang harus dijawab.

Tahun-tahun sebelumnya JJF memang menghadapi tantangan yang menarik dan selalu bisa dibuktikan dengan kesuksesan. Mendekati zero complain adalah kebanggaan bagi setiap penyelenggara event. Tahun 2009 lalu JJF terlaksana dengan sukses di tengah keraguan dunia musik internasional atas keamanan Indonesia. Pemerintah Amerika dan beberapa negara asal musisi asing menerapkan travel warning bagi masyarakatnya untuk berkunjung ke Indonesia. Kerja keras meyakinkan para bintang tersebutlah yang patut diacungi jempol sekaligus membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang aman dan patut dikunjungi.

Teman-teman saya banyak yang mengeluhkan jauhnya lokasi JJF kali ini plus kurangnya koordinasi diantara panitia sendiri mengenai hall-hall yang digunakan. JIExpo memang memiliki hall-hall yang saling berpencar dengan jarak antara satu hall dengan hall yang lainnya berjarak lumayan. Pengunjung yang belum pernah mengunjungi JIExpo dan tidak mempunyai schedule acara tentunya akan kesulitan apalagi di tengah lautan pengunjung yang lain. Menurut teman saya pula, besarnya venue kali ini justru membuat event terlihat kurang pengunjung.

Venue yang besar memang bisa jadi membuat event kelihatan kurang pengunjung dan untuk penyelenggaraan di JIExpo ini adalah keluhan yang kesekian  kali setelah Indonesia International Motor Show 2009 juga mengalami hal yang serupa. Penyelenggaraan tahun sebelumnya di JCC yang sangat padat pengunjung menyebabkan penyelenggara IIMS 2009 memindahkan event tahunannya ke JIExpo dengan alasan kenyamanan buat pengunjung.

Apapun tanggapan mengenai venue baru tersebut, yang jelas event JJF 2010 ini patut diacungi jempol karena konsistensi dan tekadnya untuk memperkenalkan Indonesia yang aman, nyaman dan bisa menjadi surga bagi penikmat musik (apapun genrenya, karena artis-artis JJF juga tidak semuanya bergenre jazz) dunia. Tugas tahun depan adalah mempertimbangkan penggunaan venue dengan efisien dan membawa musisi yang lebih baik dari segi kuantitas dan kualitas. Pemilihan artis yang fenomenal pada tahun tersebut juga patut dipertimbangkan. Jujur meskipun John Legend favorit saya tapi tidak begitu membuat penasaran seperti saat Jason Mraz muncul di JJF 2009 lalu.