Tampilkan postingan dengan label Hidangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Maret 2010

Warisan Enak dan Kepedulian Smesco pada Pelestarian Selera Indonesia

Sejak diselenggarakan pada bulan Mei 2009 yang lalu dan dalam rangka soft opening SMESCO Building, kesuksesan penyelenggaraan Festival Warisan Enak layak diberi apresiasi. Penyelenggaraan yang terakhir sekitar bulan Desember 2009 lalu terbukti berhasil menujukkan peran SMESCO sebagai lembaga yang membantu berkembangnya Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Dalam hal ini KUKM yang terbantu adalah yang bergerak dalam bidang makanan tradisional/khas Indonesia.

Didirikan pada bulan Maret 2007 Smesco Indonesia Company selama ini bisa dibilang cukup berhasil mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia di dunia internasional.  Dengan  mulai digunakannya Smesco Building untuk berbagai aktifitas pendukung bisnis KUKM layaklah apabila Smesco dikatakan konsisten terhadap tujuan pendiriannya. Beberapa area pada Smesco Building digunakan  sebagai gallery yang selain sebagai tempat pamer  juga melayani penjualan ritel produk-produk KUKM Indonesia. Display yang menarik cukup bisa menarik pengunjung untuk mengamati, mengagumi dan membeli produk-produk Indonesia pilihan. Saya dua kali mengajak beberapa tamu delegasi Trade Expo saya (di luar schedule kegiatan mereka) untuk berkunjung ke gallery ini.

Kembali ke Warisan Enak. Event ini menampilkan berbagai makanan khas Indonesia (saya beberapa kali malah menemukan masakan Indonesia yang belum pernah saya cicipi sebelumnya). Kemasan event yang menggabungkan (bazar) makanan dengan hiburan tradisional Indonesia memang cukup menarik. 

Setelah beberapa kali penyelenggaraan, event ini mulai menemukan bentuknya sehingga penyelenggaraannyapun semakin rapi. Baik dari segi konsep maupun teknis pelaksanaan. 

Pihak Smesco-pun mulai berani untuk bekerjasama dengan beberapa pihak seperti salah satunya komunitas pecinta warisan budaya Indonesia. Pada perkembangannya event ini bisa juga dijadikan daya tarik pariwisata Indonesia. Sayangnya schedule event yang belum pasti menjadi kendala bagi biro wisata untuk memasarkan atau memasukkan event ini  ke dalam agenda wisata yang bisa dijual.

Harapan saya semoga event ini dapat terus (rutin) diselenggarakan, karena melalui event inilah kita diingatkan untuk berselera Indonesia dan melestarikannya. Pelestarian makanan khas Indonesia tidak akan terjadi bila lidah kita tidak mempunyai selera Indonesia. 

Selain itu harapan untuk Smesco agar tetap konsisten dengan tujuan dan misinya, karena masih banyak Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang menanti bantuannya untuk mengenalkan produk dan potensi Indonesia yang sangat besar.

Rabu, 03 Maret 2010

Satay (Sate) : The Authentic Cuisine from Indonesia

Pada salah satu event yang pernah saya kerjakan yang diikuti oleh beberapa delagasi dari beberapa negara, saya sempat dibuat terkaget-kaget oleh permintaan salah satu peserta. Peserta dari China tersebut meminta diajak menikmati Satay (sate) khas Indonesia. Teman saya yang bersedia mengantarkan justru ganti membuat orang-orang China tersebut kaget. Pertanyaan mau sate apa dijawab Indonesian Satay. Teman saya jadi geli sendiri setelah dijelaskan bahwa di negara mereka Satay identik dengan Sate Ayam. 

Topik pembicaraan tentang sate beberapa hari kemudian berlanjut. Salah seorang teman juga bercerita bahwa waktu saudaranya ke London disanapun satay digemari. Sayangnya satay disana lebih dikenal sebagai makanan dari Malaysia. Mungkin saja hal yang wajar karena Malaysia bekas daerah kolonial Inggris dan di Malaysia sate juga termasuk makanan rakyat yang dikenal.

Menurut salah satu sumber yang saya baca sate pertama kali dikenal atau berasal dari Indonesia tepatnya Jawa. Migrasi orang-orang Indonesia ke Malaysia dan beberapa negara di Asia Tenggaralah yang menyebabkan sate dikenal di banyak negara di kawasan ini.

Pengalaman dengan Malaysia yang gemar mengklaim kebudayaan Indonesia sebagai salah satu kebudayaannya seperti Batik, Reog, Angklung (bahkan tari Pendet) cukup membuat khawatir juga bila dikaitkan dengan jenis masakan yang satu ini. Promosi wisata mereka bisa jadi memperkenalkan Satay sebagai masakan asli Malaysia. Untuk itulah kita seharusnya memperkenalkan sekaligus mengenal sate itu sendiri.

Dari sumber wikipedia sate di Indonesia ternyata mempunya banyak sekali varian yang masing-masing dikenal di beberapa wilayah dan daerah di Indonesia. Selain Jawa varian sate dapat ditemui di Sumatera (Padang), Sulawesi (Makasar), Bali, Lombok dan Kalimantan (Banjar). Berikut varian-varian tersebut :
  • Jawa : Sate Ponorogo, Sate Tegal, Sate Ambal, Sate Blora, Sate Buntel-Solo, Sate Mranggi-Sunda, Sate Kerbau-Kudus, Sate Kelinci-Jogja, Sate Kuda-Jogja, Sate Bulus-Jogja, Sate Bandeng-Banten, Sate Ular-Surabaya, Sate Babi-Pecinan Jakarta
  • Madura : Sate Madura
  • Sumatera : Sate Padang 
  • Kalimantan : Sate Banjar
  • Sulawesi : Sate Makasar
  • Bali : Sate Lilit
  • Lombok : Sate Pusut, Sate Ampet, Sate Belut
 Mencari sumber yang terpercaya tentang asal-usul sate ini dan membandingkan dengan sejarah yang dipunyai negara-negara lain perlu dilakukan untuk selanjutnya melakukan klaim (apabila terbukti) sate merupakan masakan asli Indonesia. 

Mengemas sate sebagai masakan yang berpenampilan internasional juga harus dipikirkan agar sate semakin dikenal.