Selasa, 16 Februari 2010

Bejo Wage Suu Pencipta Kehidupan Mini


Pada saat berlangsungnya event Inacraft 2008 (event yang menampilkan produk-produk kerajian yang diklaim sebagai terbesar di Asia Tenggara). Saya melihat salah satu karya unik yang benar-benar membuat saya tertarik. Produk yang ditampilkan sebenarnya hanyalah sebuah papan catur, tetapi yang membuatnya menjadi spesial adalah bidak-bidak catur tersebut menggambarkan kerajaan Mataram. Pion-pion digambarkan sebagai prajurit-prajurit mataran lengkap dengan pakaian khas jawanya. Kuda digambarkan melalui prajurit yang menunggang kuda lumping begitu juga patih-patih dan raja mataram digambarkan dengan menarik.

Pada stand tersebut tidak hanya papan catur tersebut, tetapi berbagai miniatur kehidupan sehari-hari rakyat (khususnya Jawa) ditampilkan lewat patung-patung mungil yang besarnya hanya se-ibu jari. Benar-benar karya yang menarik. Si Artis (saya tidak bisa hanya menyebut pengrajin untuk sebuah karya seindah itu) seperti benar-benar pencipta kehidupan yang pastinya memang mencintai kehidupan itu sendiri.

Dalam persiapan event saya di Bali yang mengenalkan budaya beberapa negara di dunia, saya teringat dengan karya yang menarik tadi. Menurut saya penggambaran budaya Indonesia lewat karya-karya mini tersebut bisa membuat dunia mengenal Indonesia. Saya segera menghubungi nama yang tertera di kartu nama  tersebut. BEJO WAGE SUU The Art of Liping. Dalam perkenalan saya melalui telepon tersebut (saat itu saya di Jakarta dan beliau berada di Solo) saya mengungkapkan maksud dan ekaguman saya. Yang membuat saya sedikit terkejut adalah ungkapan keheranan dan ketidakpercayaannya (meskipun beliau bersedia ikut serta dalam event tersebut). Beliau dalam pembicaraan tadi malah seperti tidak yakin saya telah melihat karyanya.

Di sela-sela kegiatan kami di Bali saya meyempatkan mengobrol dengan beliau dan tertarik dengan latar belakang penciptaan karya-karyanya.  Bejo Wage Suu menciptakan karya mungilnya yang merupakan rekaman memorinya untuk mengingatkan kita budaya keseharian yang pernah kita miliki yang bahkan bisa menjadi cerita generasi penerus kita. Seni Liping (berasal dari kata living dalam bahas Inggris yang karena pengejaan masyarakat sekitarnya berubah menjadi liping).

Penggambaran orang menumbuk padi dengan lesung, mengayak beras, menimba sumur seolah mengingatkan kegiatan keseharian yang sudah kita tinggalkan. Lesung sudah pasti tidak digunakan lagi, Menimba sumur juga sudah tidak perlu, karena pompa air sekarang lebih berperan. Indahnya kehidupan benar-benar tergambarkan dalam karya-karya Seni Liping tersebut. Bila diperhatikanpun hampir sebagian besar karyanya menunjukkan kehidupan interaksi bermasyarakat. Bersepeda berboncengan, menarik becak, menimba air bersama, beberapa contohnya.

Kehidupan mini yang diciptakan Bejo Wage Suu juga tidak datang begitu saja. Kehidupannya yang tidak mudah justru membuatnya kuat. Karya-karyanyapun pernah tidak laku dan akhirnya hanya terjual murah. Peran pameran-pameranlah yang membawa karyanya mulai dikenal dan dihargai lebih baik. 

Harapan terbesarnya adalah menjadikan Seni Liping ini sebagai karya Seni Rupa yang diakui seperti halnya Seni Lukis dan Patung. Bagaimanapun juga melalui event-event terutama yang berkelas Internasional karya-karya Bejo Wage Suu mengenalkan kepada dunia Masyarakat dan Budaya Indonesia yang sebenarnya.

Senin, 15 Februari 2010

Guru, Dedikasi dan Perbuatannya dalam Pembentukan Karakter

Berita mengejutkan datang dari Riau pada akhir Januari 2010 lalu. Sebanyak 1820 orang guru PNS di Riau diadukan ke Polda Riau dengan tuduhan telah melakukan kecurangan dengan memalsukan hasil karya ilmiah dan tanda tangan pejabat berwenang dalam Penetapan Angka Kredit (PAK). 

Hasil karya ilmiah ini merupakan persyaratan sertifikasi guru untuk proses kenaikan pangkat yang harus dikerjakan oleh para guru. Sayangnya para guru tersebut lebih memilih jalan pintas dengan memanfaatkan calo yang kemudian memalsukan pejabat berwenang dalam penetapan PAK guru. 

Para guru tersebut sudah pasti akan diturunkan pangkatnya dan diwajibkan mengembalikan tunjangan pangkat yang telah diterimanya. Karena kasusnya telah sampai ke Polda, maka bukan tidak mungkin hukuman lainnya akan mereka dapat. Belum selesai sampai disini, bahkan saat ini hujatan dari masyarakat seperti tidak henti-hentinya ditujukan kepada mereka.

Dalam media online lokal RiauInfo.com, diberitakan guru-guru tersebut mengalami stress dan beberapa warga Riau menyayangkan pelaporan tersebut. Mereka bahkan menyebutkan bahwa koruptor dan pelaku yang merugikan negara seperti kasus Bank Century saja bisa bebas, sementara seorang guru yang seharusnya mereka hormati malah terancam hukuman.

Menarik juga salah satu tanggapan dari pembaca situs tersebut. Inti dari surat tersebut Guru memang sosok yang (mengambil ungkapan dalam bahasa Jawa) wajib DIGUGU (dipatuhi) dan DITIRU yang karenanya jangan sampai berbuat hal yang mengkhianati profesinya. 

Menarik sekali buat saya, karena sejak kecil saya juga ditanamkan oleh orang tua saya untuk menghormati guru. Menurut kedua orang tua saya guru adalah seorang panutan yang dari teladannya akan membentuk karakter kita sebagai manusia. Pencontohan yang baik dan penghormatan yang baik pula kepada seorang guru akan membuat sifat, tingkah laku dan perbuatan kita selalu berjalan di atas relnya.

Banyak memang guru yang seolah tidak mementingkan diri dan keluarganya dengan hidup sederhana demi dedikasinya terhadap profesi yang bahkan semua agama di dunia menyebutnya mulia.  
Saya tidak mau menjadi seorang penghakim dari suatu kasus yang tidak saya ketahui benar permasalahan dan latar belakangnya. Menurut saya manusia memang tidak pernah luput dari kekhilafan. Hanya satu yang seharusnya dilakukan Meminta Maaf dan Menerima apapun yang menjadi konsekuansinya. Dengan demikian kita semua akan lebih menghargai sosok guru sebagai manusia biasa dengan tanggung jawab besar yang sadar dengan kekurangannya. Bentuk sikap seperti itulah yang nantinya akan membentuk karakter murid-muridnya menjadi pribadi yang berusaha tidak tergoda hal yang merugikan dan bersedia mengakui kesalahannya apabila nantinya berbuat salah dan tidak akan mengulanginya.

Film INVICTUS : Promosi Batik Mandela

Beberapa hari belakangan ini saya selalu menyempatkan menonton film-film yang masuk ke dalam nominasi calon peraih Oscar (Academy Award tahun ini mengumumkan 10 film calon Film Terbaik 2010). Tujuannya jelas selain mengapresiasi juga mencoba mendapat inspirasi yang menarik.

Enam film dari sepuluh nominator tersebut sudah saya tonton dengan kesan dan inspirasi yang berbeda setiap selesai menontonnya.

Invictus salah satu film yang menggoda saya, bukan saja karena aktor-aktornya yang saya kagumi (Morgan Freeman dan Matt Damon biasanya jaminan sebuah film bermutu) atau Clint Eastwood (yang memang sudah menjadi jaminan film berkelas Oscar), tetapi lebih disebabkan tokoh Nelson Mandela yang memang inspiratif.

Saya tidak akan membahas isi film tersebut, yang akan saya bicarakan adalah Nelson Mandela (atau Mandiba menurut pendukung-pendukungnya) yang merupakan sosok tokoh dunia yang berasal dari Afrika menampilkan Batik sebagai busana yang sangat digemarinya. Dalam Invictus beberapa scene memperlihatkan Mandela menggunakan batik yang sepertinya memang jenis pakaian yang sangat digemarinya dalam kesehariannya (dalam salah satu scene Mandela mengenakannya saat berkumpul dengan anak dan cucu-cucunya).

Seperti telah kita ketahui bahwa Nelson Mandela memang sangat menggemari batik dan pada beberapa kunjungannya (baik saat masih menjadi Presiden Afrika Selatan maupun setelah pensiun) batik merupakan salah satu pakaian yang dikenakannya. Belakangan malah muncul istilah Mandela's wear untuk menyebutkan pakaian Batik. 
Batik seperti telah kita ketahui juga sudah disahkan oleh Unesco sebagai warisan budaya asal Indonesia. Tugas kita untuk terus mengenalkan dan menduniakan Batik agar lebih dikenal dan dihargai lagi. Peran tokoh-tokoh nasional terutama di dunia Internasional perlu ditingkatkan dalam hal kecintaan terhadap batik. Menjadikan batik untuk busana formalpun bisa sebagai contoh lebih mengenalkan Batik. 

Presiden pertama kita Soekarno pernah dikenal dengan style yang disebut Soekarno Look pada jamannya (jas dan celana putih berikut peci dan kacamata hitam). Setelah era itu tidak ada lagi  Pemimpin dan tokoh Indonesia yang tampil di tingkat dunia mempunyai style sendiri. 

Sudah saatnya muncul figur-figur Indonesia yang mendunia yang mempunyai style sendiri dan dapat mengenalkan batik Indonesia menjadi lebih dikenal lagi. Bila tidak ada tokoh dunia dari Indonesia yang memenuhi hal tersebut mungkin menjadikan Nelson Mandela sebagai Icon Batik Internasional adalah jalan yang baik. Perlu diingat dengan Nelson Mandela sebagai batik, dunia akan mengenal batik sebagai busana khas South Africa dari Indonesia. Lebih parah lagi apabila Batik dikenal sebagai produk budaya Indonesia yang tidak dicintai bangsanya. Sekali lagi pilihan tergantung kita. 


Kamis, 11 Februari 2010

The Time Traveller's Wife - The Movie

Beberapa waktu yang lalu saya direkomendasikan seorang teman untuk membaca buku The Time Traveller's Wife karya Audrey Niffenegger. Promosi temen saya bahwa buku itu merupakan salah satu New York Times Best Seller yang merupakan salah satu acuan bagi saya untuk memilih buku. Baru-baru ini sayapun telah menonton versi filmnya dengan judul yang sama. Bayangan saya dalam novel tersebut tergambar sama dengan filmnya.

The Time Traveller's Wife mencoba menggambarkan sisi lain kehidupan seorang penjelajah waktu. Sesuatu hal yang baru, karena beberapa cerita tentang seorang penjelajah waktu tidak pernah menampilkan sisi humanismenya yaitu memiliki seorang isteri ataupun anak dan berada dalam satu keluarga. Tokoh dalam film seperti  Sam Becket dalam Quantum Leap, Hiro Nakamura dalam Hero atau yang terakhir Spock dalam Startrek lebih menggambarkan kesendirian atau kemampuan mereka.

Henry Tamble (diperankan Eric Bana) adalah seorang penjelajah waktu yang sayangnya tidak dapat mengontrol kemampuannya. Dia bisa tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba muncul ke suatu waktu yang tidak dia ketahui. Dalam perjalanan waktunya dia selalu betemu dengan Clare Abshire (Rachel Mc Adams) yang dimulai saat Clare Abshire kecil. Clare selalu siap menunggu di pinggir hutan dekat rumahnya dan siap dengan satu stel pakaian pria, karena Henry selalu muncul di suatu waktu tanpa mengenakan pakaian. Pertemuan dengan Clare sering berlangsung hingga Clare dewasa dan dia ditemukan dengan Henry muda yang pada saat itu belum pernah bertemu Clare.

Cinta Clare kepada Henry ternyata sudah dimulai dari kecil sehingga memudahkan jalan mereka menuju pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Satu adegan yang lucu (meskipun tidak membuat saya tertawa) adalah saat Clare kecil mengungkapkan kecemburuannya karena Henry mengatakan dia telah mempunyai istri tanpa dia tahu bahwa sang istri tersebut adalah dirinya sendiri pada saat dewasa.

Seorang anak adalah dambaan setiap pasangan dan kehamilan adalah hal yang menggembirakan bagi mereka. Mereka lupa bahwa gen Henry bisa jadi menurun pada anak tersebut. Menarik sekali karena janin dalam kandungan Clare tiba-tiba bisa menghilang dikarenakan mewarisi gen ayahnya.

Akhirnya kesedihan dan ketakutan yang dimiliki oleh penjelajah waktu seperti Henry adalah melihat kematiannya sendiri. Sangat menyentuh melihat bagaimana Henry menyiapkan mentalnya dan keluarganya untuk meniggalkan dunia.

Jenis film roman seperti ini biasanya saya lewati, karena bukan termasuk genre favorit saya, apalagi dengan alur yang lambat. Cerita tentang penjelajah waktulah yang sebenarnya membuat saya tertarik. Sayangnya film ini tidak menampilkan kualitas akting yang benar-benar bagus dari para pemainnya. Baik Eric Bana maupun Rachel Mc Adams menampilkan ekspresi yang datar sepanjang film. Kualitas akting Eric bana yang biasa-biasa saja (tidak seperti dalam film Munich yang membuat saya salut) tidak akan ditemui disini.

Geliat Industri Kreatif

Sejak dicanangkannya tahun 2009 sebagai Tahun Industri Kreatif oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa daerah di Indonesia benar-benar serius mengembangkan Industri ini yang diyakini mempunyai prospek yang cerah terutama di tengah krisis yang tak berkesudahan.

Geliat perkembangan Industri Kreatif ini sendiri dapat dilihat dari banyaknya event-event yang menggelar dan memperkenalkan hasil-hasil produk kreatif. Awal tahun 2010 inipun dibuka dengan beberapa event di beberapa daerah yang mengenalkan Industri Kreati yang menarik dan inspiratif. Selain Jakarta, daerah-daerah lain terutama Jogjakarta dan Bandung benar-benar siap mendukung Pemerintah mengembangkan Industri Kreatif Indonesia agar dapat dikenal dan bersaing di dunia Internasional.
Dikaitkan dengan ASEAN-China Free Trade Agreement (AC-FTA ), berkembangnya Industri Kreatif Indonesia dapat menjadi tameng bagi ancaman keterpurukan dunia ekonomi Indonesia. Dengan penanganan yang benar, produk kreatif Indonesia bisa lebaih baik daripada produk serupa dari China. Orisinalitas, Keragaman, Eksklusifitas (bukan produk masal) dan kualitas yang lebih baik banyak ditemui pada produk Indonesia dibanding China.

Beberapa sumber memberi pengertia Industri Kreatif sebagai Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat dari individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Pemerintah Indonesiapun sudah memetakan Industri Kreatif ke dalam 14 kelompok :
1. Periklanan
2. Arsitektur
3. Pasar Seni dan Barang Antik
4. Kerajinan
5. Desain.
6. Dunia Fesyen
7. Video, Film dan Fotografi
8. Permainan Interaktif
9. Musik
10. Seni dan Pertunjukan
11. Penerbitan dan Percetakan
12. Layanan Komputer dan Piranti Lunak
13. Televisi dan Radio
14. Riset dan Pengembangan

Pemerintahpun memvisikan Industri Kreatif hingga ahun 2025 akan berkembang dan memberika kontribusi yang besar bagi kemajuan Indonesia. Bukan impian yang muluk-muluk apabila dikaitkan dengan kekayaan budaya, tradisi bahkan alam Indonesia ang sangat besar yang merupakan modal yang belum tentu dimiliki negara-negara lain. 

Dalam beberapa event yang saya jalankan dan kunjungi, saya erkagum-kagum dengan keragaman dan keluasan produk kreatif Indonesia terutama yang digerakkan oleh anak-anak muda Indonesia. Beberapa dari merekapun sudah mendapat pengakuan dari dunia Internasional.

Apabila pembinaan dan bantuan yang salah satuna berupa kebijakan yang meringankan bagi Industri ini diperoleh, maka bukan tidak mungkin harapan tahun 2025 akan dapat terwujud.



Rabu, 10 Februari 2010

Avatar : Dedikasi James Cameron untuk Film

Rilisnya Avatar saya sambut dengan suka cita. Bayangan saya tidak akan kecewa setelah menonton film ini ternyata memang benar karena saya pulang dengan kekaguman yang sangat pada James Cameron.

Film yang mengisahkan Kaum Na'vi penghuni Satelit Pandora ini benar-benar bagus dari cerita dan (apalagi) teknologinya. James Cameron sekali sukses membuktikan bahwa dia memang ahlinya untuk Teknologi pada film.

Pembentukan wujud kaum Na'vi yang berkulit biru berekor dan bersosok besar benar-benar mengagumkan bagi saya. James Cameron juga menciptakan hutan Pandora secara detail lengkap dengan kekayaan botani (yang digambarkan dengan detail) dan aneka satwanya. Selain itu James Cameron menciptakan bahasa dan budaya Na'vi.

Film ini menggambarkan kedamaian di Pandora yang terusik dengan kehadiran kaum manusia melalui perusahaan tambang yang berminat dengan kekayaan alam Pandora. Kehadiran manusia diawali oleh DR. Grace Augustine yang dengan keilmuwannya berkeinginan memperoleh transfer kehidupan Pandora. Akhirnya melalui Jake Sully manusia bisa membuka rahasia-rahasia Pandora yang selama ini memang diincar oleh manusia.Perlawanan yang dilakukan kaum Na'vi sangat menarik karena seperti film-film spiritual, perlawanan mereka direstui dan didukung oleh Ibu Pertiwi yang sebenarnya adalah inti kehidupan di Pandora itu sendiri.

Jalan cerita yang menarik karena James Cameron seolah menggambarkan kondisi yang sama yang dialami manusia sendiri di bumi ini yang terus-terusan mengeksploitasi dan merusak alam.

Kekaguman saya terhadap James Cameron adalah untuk memperoleh standar visual yang benar-benar hampir sempurna dia rela menunggu bertahun-tahun hanya untuk menanti munculnya teknologi yang benar-benar tepat. Dalam penantiannyapun dia memperkaya detail-detail yang akhirnya menjadikan apa yang terlihat dalam film ini benar-benar seperti sempurna. Sebuah dedikasi yang sepantasnya berbuah penghargaan tertinggi.

Tergoda The Host - Stephenie Meyer

Ramainya pembicaraan kesuksesan empat buku Stephenie Meyer dari Twilight Series dan ditambah suksesnya film Twilight dan New Moon menjadi dasar promosi buku The Host. Saya seperti biasa penasaran dan tergoda untuk membeli buku-buku yang masuk kategori Best Seller.

Saya yang sebenarnya kurang begitu menyukai cerita romantis ala Twilight lebih tertarik pada The Host karena resensi buku ini. Sesuatu yang membuat saya penasaran juga adalah tebal buku tu sendiri. Di kepala saya seolah The Host adalah beberapa buku yang dirangkum jadi satu seperti bila Stepehenie Meyer membuat empat buku Twilight (yang tipis-tipis) menjadi satu. 

Setelah habis saya baca ternyata tebalnya buku adalah lebih karena gaya bertutur Stephenie Meyer yang detail dan tidak ingin ada yang terlewat. Menurut saya gaya Stephenie Meyer ini bagi hampir banyak orang membosankan ditambah lambannya jalan cerita (saya akhirnya menyelesaikan membaca buku ini setelah satu blan hanya karena bosan tapi juga penasaran).

Apapun itu salut saya adalah idenya tidak biasa tentang sosok Alien. Dalam buku ini invasi alien digambarkan sebagai sosok mungil berwarna perak  (yang menurut Kyle salah satu tokoh dalam buku ini menyerupai ulat) yang merupakan jiwa yang menjadikan tubuh manusia sebagai inangnya.

Sosok-sosok perak ini dimasukkan dalam kepala manusia yang akhirnya menjajah otak manusia sehingga berpola pikir dan berbudaya bukan manusia. Manusia yang melakukan pemberontakan dalam tubuhnya sendiri itulah yang menarik dari buku ini.

Pemberontakan Melanie dalam tubuhnya sendiri yang dikuasai oleh jiwa bernama Wanderer akhirnya justru membawa suatu jalinan pertemanan karena satu keinginan bertemu Jared kekasih Melanie. Melanie lebih dikarenakan cintanya pada Jared sedangkan Wanderer lebih pada keingintahuan pada sosok Jared (yang sebenarnya juga membuatnya jatuh cinta).

Jalan cerita buku ini sendiri diwarnai juga oleh beberapa tokoh manusia yang bersembunyi dari incaran para Pencari (sosok jiwa yang bertugas mencari inang) dan Penyembuh (dokter bagi para jiwa).

Satu kejadian yang menggelitik bagi saya adalah bahwa manusia yang terjajah ternyata masih lebih sadis (Wanderer menyebutnya monster) daripada para penjajah itu sendiri.
Harapan saya apabila buku ini ternyata akan difilmkan adalah Stephenie Meyer menemukan Sutradara yang tepat yang dapat mengubah gaya bertutur yang lambat seperti dalam buku ini.

SPG dan Pencitraan Positif

Sosok SPG sering kita temui pada setiap event promosi. Keberhasilan promosi suatu produk bisa dikatakan salah satunya merupakan peran SPG. Kehadiran SPG yang berpenampilan menarik memang biasanya dapat mengajak pengunjung untuk mencoba dan tertarik pada produk tersebut. Jadilah berkat SPG tugas marketing produk tersebut dapat lebih ringan.


SPG harus dapat membawakan diri sebagai wakil produk yang ditawarkan, mampu berkomunikasi dengan baik yang menjadi modal untuk dapat menawarkan produk tersebut. Tiap jenis produk sudah pasti harus dicitrakan lewat penampilan dan pembawaan seorang SPG. Produk untuk keluarga dan anak-anak belum tentu cocok untuk ditawarkan oleh SPG yang sudah terbiasa menawarkan produk rokok misalnya.   

Perusahaan yang memposisikan produknya sebagai produk premium yang memiliki pasar menengah ke atas juga sudah pasti mewakilkan produknya kepada SPG yang bisa membawa image tersebut. Good Looking dengan kepribadian yang menarik, terlihat cerdas, mampu berkomunikasi dan mampu membawa diri dengan baik adalah modal yang harus dimiliki oleh SPG untuk produk ini. Tidak jarang beberapa brand terkenal memberikan pendidikan khusus seperti pendidikan kepribadian kepada mereka selain pengetahuan tentang produk tersebut.

Membentuk pencitraan SPG juga termasuk didalamnya adalah pakaian yang dikenakan. SPG untuk produk anak-anak tentunya akan mengenakan pakaian yang simpel dengan pilihan celana sebagai bawahannya. Hal ini dikarenakan SPG produk ini ditugaskan mampu berkomunikas dengan anak-anak yang otomatis harus mau mengikuti gerak mereka. Terasa lucu bila SPG produk ini memakai pakaian yang minim sementara harus jungkir balik menghadapi tingkah polah anak-anak.
Brand-brand otomotif sekarang sepertinya lebih mencitrakan sosok wanita yang berkelas dengan pakaian yang menarik yang tidak terlalu banyak terbuka.


Pencitraan SPG yang positif saat ini membuat banyak wanita-wanita muda terutama yang duduk di bangku kuliah menyukai profesi ini. Sebagai batu loncatan adalah alasan mereka. Semakin kompetitifnya dunia kerja bagi lulusan pendidikan tinggi menjadikan mereka harus memiliki bekal kerja sebelum lulus. Bukan tidak mungkin, karena banyak perusahaan tahu profesi ini menuntut kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, membawa diri dan yang pasti menarik. Hal-hal tersebut yang memang pasti dilewati oleh SPG.

Kegiatan dan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan bagi seorang SPG saat ini sudah dapat diwakilkan oleh agency yang banyak bermunculan. Dengan adanya agency ini para SPG dapat lebih terkontrol kerjanya. Meskipun demikian terdapat juga agency yang tidak baik yang tidak menempatkan sistem yang fair kepada para SPG terutama dalam hal pemberian honor.


Sekali lagi pencitraan SPG saat ini sepertinya sudah agak berubah, karena mereka diharapkan bukan sosok yang hanya menarik, tidak pintar dan menyalahkangunakan pekerjaannya untuk hal-hal negatif. Diantara para SPG sendiri banyak yang saat ini mulai menjauhi pribadi-pribadi negatif untuk masuk kalangan mereka termasuk menghindari produk-produk yang dapat memberikan konotasi negatif bagi mereka. 

Selasa, 09 Februari 2010

Tergoda Bisnis Wedding Organizer

Salah seorang teman saya dikabarkan sakit, padahal baru dua hari yang lalu dia melangsungkan pernikahan dengan acara yang mewah. Kecapekan mempersiapkan acara pernikahannya tersebutlah yang dituding menjadi penyebab sakitnya. 


Mempersiapkan sebuah perkawinan ternyata tidaklah seindah masa-masa pacaran. Saat sebuah lamaran diterima yang terbayang selanjutnya ternyata bukan kehidupan rumah tangga yang bahagia tapi bagaimana mempersiapkan sebuah acara pernikahan yang menarik dan berkesan.


Mempersiapkan sebuah acara pernikahan tidak bisa dianggap enteng. Satu kesalahan kecil bisa jadi membuat acara pernikahan tidak seindah yang dibayangkan bahkan bisa jadi pernikahan batal apabila sudah melibatkan kepentingan masing-masing keluarga. Belum lagi bila kesibukan sehingga waktu untuk mempersiapkan pernikahan tersebut hampir tidak ada.


Kesulitan yang dihadapi para calon pengantin inilah yang ditangkap Jasa Wedding Organizer, yang memang sangat dibutuhkan sehingga calon pengantin tinggal merancang kehidupan rumah tangga yang indah.


Seorang Wedding Organizer harus bisa membantu mewujudkan keinginan para calon pengantin yang berarti menyiapkan konsep acara pernikahan yang menarik sesuai keinginan dan kemampuan calon pengantin. Wedding Organizer akan membantu mulai dari mempersiapkan pakaian pengantin, dekorasi, catering, bahkan hingga membantu menghubungkan pengantin dengan penghulu. Saat inipun banyak Wedding Organizer yang juga membantu mempersiapkan bulan madu yang berkesan.
 
Acara pernikahan yang indah dan mengagumkan sebenarnya adalah apa yang tampak dari luar saja, karena seorang Wedding Organizer profesional harus dapat mengurusi kebutuhan kedua calon pengantin, menjadi pendengar yang baik dan pemberi advice yang bagus. Tugas yang terpenting bahkan harus bisa menjadi penengah yang baik apabila terjadi perselisihan diantara kedua calon pengantin.


Tergoda bisnis Wedding Organizer? Modal yang terpenting adalah siapkan hati yang lapang. Perlu nya memiliki pengetahuan tentang pakem-pakem yang tidak boleh dilanggar terutama untuk pernikahan dengan adat tertentu, rajin mengikuti trend yang terjadi di Industri Pernikahan, memba ngun tim yang berkredibilitas dan memperbanyak partner dari industri pernikahan.


Yang harus selalu diingat untuk memulai dan mejalankan bisnis ini selanjutnya adalah bahwa Pernikahan adalah sesuatu yang tidak main-main dan hanya sekali, sehingga menjalankan bisnis inipun harus serius.

Film dan Novel sebagai Sarana Promosi Pariwisata

Kedatangan Julia Robert ke Bali dalam rangka pembuatan film Eat Pray Love ternyata berimbas pada pariwisata Bali. Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia digambarkan melalui keindahan-keindahan alam dan budaya yang belum tentu ada di tempat lain. Syuting film yang diadopsi dari buku best seller Elizabeth Gilbert tersebut bahkan sempat membuat heboh tidak hanya masyarakat Indonesia terutama Bali, tetapi juga wisatawan asing yang kebetulan berada di Bali.

Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yang fenomenal dan sukses juga berhasil mengangkat Pulau Belitung (Belitong) sebagai latar belakang cerita. Penuturan Andrea Hirata tentang Pulau Belitung baik budaya dan alamnya dalam novel tersebut memang menarik dan ternyata daya tarik tersebut semakin bertambah saat film dengan judul yang sama tersebut sukses menampilkan keindahan Pulau Belitong.

Beberapa tahun yang lalu Winter Sonata sebuah drama Korea yang sukses mengambil hati tidak saja di negaranya tapi juga negara-negara lain seperti Indonesia juga menampilkan tempat-tempat yang mengagumkan.
Ketiga contoh tersebut menjadi sebuah input bagi saya bahwa Film dan Karya Sastra (populer seperti novel) yang dapat menggambarkan dengan baik lokasi yang melatari cerita dapat mempengaruhi penikmatnya untuk tergoda untuk mencintai lokasi yang melatari jalan ceritanya. 


Pasca pengambilan gambar film Eat Pray Love, beberapa biro wisata di Bali menawarkan Eat Pray Love Tour (pantai Padang Padang tempat Julia Roberts melakukan syuting saat ini semakin dikenal dan ramai dikunjungi wisatawan). Sukses Winter Sonatapun membuat para penyedia tour di Seoul menambahkan lokasi-lokasi dalam drama Winer Sonata tersebut kedalam atraksi wisata yang ditawarkannya.
Saat saya mengunjungi International Tourism & Travel Fair 2008 di Jakarta Convention Center, saya menemukan stand Dinas Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan menemukan banner yang bertuliskan Selamat Datang di Bumi Laskar Pelangi. Salah seorang teman di Malaysiapun sempat melontarkan kekagumannya pada Pulau Belitung seperti pada film Laskar Pelangi yang telah ditontonnya di Malaysia.
Saya juga ingat dulu karya-karya sastra seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan juga termasuk yang menggoda saya untuk berwisata dan menikmati alam Sumatera Barat.

Beberapa daerah di Indonesia sepertinya sudah sadar bahwa Film dan Karya Sastra dapat menjadi sarana promosi yang tepat. Daerah-daerah yang memiliki potensi wisata yang bagus tapi belum tergali dapat mencobasarana promosi ini.